Thursday, 13 March 2014

ANTARA SUNNAH, BID’AH DAN TAKLID




         Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا، كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ.
          “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat selama-lamanya  yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya”. (Hadist Riwayat Malik secara mursal (Al-Muwatha, juz 2, hal. 999).
Adakah pilihan lain agar kita termasuk dalam orang-orang yang selamat dan agar umat Islam ini memperoleh kejayaan lagi selain mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih? tentu tidak ada, karena sebenar-benar ucapan adalah Kalamullah, sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sebaik-baik generasi adalah generasi sahabat yang telah Allah puji dan Allah ridhai.
           Kebanyakan ummat Islam, kini terjebak dalam taklid buta. Terkadang suatu anjuran untuk mengikuti dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah serta memalingkan jiwa dari selain keduanya dianggap sebagai seruan yang mengajak kepada pelecehan pendapat para ulama dan menghalangi untuk mengikuti jejak para ulama atau mengajak untuk menyerang perkataan mereka. Padahal tidak demikian yang dimaksudkan, bahkan harus dibedakan antara mengikuti Nabi semata dengan pelecehan terhadap pendapat para ulama. Kita tidak boleh mengutamakan pendapat seseorang di atas apa yang telah dibawa oleh beliau dan tidak juga pemikirannya, siapapun orang tersebut. Apabila seseorang datang kepada kita membawakan suatu hadits, maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah keshahihan hadits tersebut kemudian yang kedua adalah maknanya. Jika sudah shahih dan jelas maknanya maka tidak boleh berpaling dari hadits tersebut walaupun orang disekeliling kita menyalahi kita, selama penerapannya juga benar. Sedangkan sebagian umat islam tidak jarang berkata;”Ustadz saya berkata” Kemudian salah satu penyakit umat Islam sekarang ini disamping taklid buta adalah banyaknya para pelaku bid’ah. Dan di antara sebab-sebab yang membawa terjadinya bid’ah adalah:
1. Tidak mengerti tentang hukum agama dan sumber-sumbernya
          Adapun sumber-sumber hukum Islam adalah Kitabullah, sunnah RasulNya dan ijma’ dan Qiyas. Setiap kali  zaman berjalan dan manusia bertambah jauh dari ilmu yang haq, maka semakin sedikit ilmu dan tersebarlah kebodohan. Maka tidak ada yang mampu untuk menentang dan melawan bi’dah kecuali ilmu dan ulama. Apabila ilmu dan ulama telah tiada dengan wafatnya mereka, bi’dah akan mendapatkan kesempatan dan berpeluang besar untuk muncul dan berjaya dan tokoh-tokoh bid’ah bertebaran menyeret umat ke jalan sesat.
2. Mengikuti hawa nafsu dalam masalah hukum
          Yaitu menjadikan hawa nafsu sebagai sumber segalanya dengan menyeret/membawa dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mendukungnya, dalil-dalil tersebut dihukumi dengan hawa nafsunya. Ini adalah perusakan terhadap syari’at dan tujuannya.
         3. Fanatik buta terhadap pemikiran-pemikiran orang tertentu
          Fanatik buta terhadap pemikiran orang-orang tertentu akan memisahkan antara seorang muslim dari dalil dan al-haq. Inilah keadaan orang-orang yang fanatik buta pada zaman kita sekarang ini, Mayoritas terdiri dari pengikut sebagian madzhab-madzab, sufiyyah dan quburiyyun (penyembah-penyembah kuburan), yang apabila mereka diseru untuk mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah, mereka menolaknya. Dan mereka juga menolak apa-apa yang menyelisihi pendapat mereka. Mereka berhujah dengan madzab-madzab, syaikh-syaikh, kiyai-kiyai, bapak-bapak nenek moyang mereka. Ini adalah pintu dari sekian banyak pintu-pintu masuknya bid’ah ke dalam agama Islam ini.
4. Ghuluw (berlebih-lebihan)
          Contoh dari point ini adalah madzab khawarij dan syi’ah. Adapun khawarij, mereka ghuluw berlebihan dalam memahami ayat-ayat peringatan dan ancaman. Mereka berpaling dari ayat-ayat raja’ (pengharapan), janji pengampunan dan taubat sebagaimana Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya ...” (An-Nisa’:  48,116).
5. Tasyabuh dengan kaum kuffar
          Tasyabbuh (menyerupai) kaum kuffar adalah sebab yang paling menonjol terjatuhnya seorang kedalam bid’ah. Hal ini pulalah yang terjadi di zaman kita sekarang ini. Karena mayoritas dari kalangan kaum Muslimin taqlid kepada kaum kuffar pada amal-amal bid’ah dan syirik.
6. Menolak bid’ah dengan bid’ah yang semisalnya atau bahkan yang lebih rusak
          Contohnya ialah kaum Murji’ah, Mu’tazilah, Musyabibhah dan Jahmiyyah. Kaum Murji’ah memulai bid’ahnya dalam mensikapi orang-orang yang dizamannya, mereka berkata: “Kita tidak menghakimi mereka dan kita kembalikan urusannya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala ”. Hingga akhirnya mereka sampai pada pendapat bahwa maksiat tidak me-mudharat-kan iman, sebagaimana tidak berfaedah ketaatan yang disertai kekufuran. Al-Baghdadi berkata: “Mereka dinamakan Murji’ah karena mereka memisahkan amal dari keimanan.”
          Demikianlah, para ahlul bid’ah menjadikan kebid’ahan-kebid’ahan yang mereka lakukan sebagai satu amalan ataupun suatu sunnah, sedangkan yang benar-benar sunnah mereka jauhi. Padahal sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda:Barangsiapa mengajarkan suatu amalan yang tidak ada keterangannya dari kami (Rasulullah), maka dia itu tertolak.” (Hadist riwayat Muslim).
          Oleh karena itu jika kita mempelajari seluk beluk taqlid, kemudian kita pelajari hakekat kebid’ahan niscaya kita tahu bahwa ternyata antara bid’ah dan taqlid mempunyai hubungan yang sangat erat sekali. Jika kita perhatikan perbuatan bid’ah niscaya kita akan mengetahui bahwa pelakunya adalah seorang muqallid. Dan kalau kita melihat seorang muqallid, niscaya kita lihat bahwa dia tenggelam dalam kebid’ahan, kecuali bagi mereka yang dirahmati oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Berikut ini ada beberapa sebab yang menunjukkan bahwa taqlid itu mempunyai hubungan yang erat  dengan bid’ah.
          Muqallid tidak bersandar dengan dalil dan tidak mau melihat dalil; jika dia bersandar pada dalil, maka dia tidak lagi dinamakan muqallid. Demikian pula mubtadi’, diapun dalam melakukan kebid’ahan tidak berpegang dengan dalil karena kalau berpegang dengan dalil maka ia tidak lagi dinamakan dengan mubtadi’ karena asal bid’ah adalah mengadakan sesuatu hal yang baru tanpa dalil atau nash.
          Taqlid dan bid’ah adalah tempat ketergelinciran yang sangat berbahaya yang menyimpangkan seseorang dari agama dan aqidah. Karena dua hal tersebut akan menjauhkan pelakunya dari nash  Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan sumber kebenaran.
          Taqlid dan bid’ah merupakan sebab utama tersesatnya umat terdahulu. Allah Subhannahu wa Ta'ala menceritakan dalam Al-Qur’an tentang Bani Isra’il yang meminta Musa Alaihissalam untuk menjadikan bagi mereka satu ilah dari berhala, karena taqlid kepada para penyembah berhala yang pernah mereka lewati.
          Sekalipun Nabi Musa AS melarang dan mencerca mereka dan mereka mengetahui bahwa arca itu hanyalah bebatuan yang tidak memberi manfaat dan mudlarat, tetapi mereka tetap membikin patung anak sapi dan menyembahnya. Hal ini disebabkan karena taqlid buta yang sudah menimpa mereka.
          Jalan keluar dari bid’ah ini telah di gariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam banyak hadits. Dan satu di antaranya adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shahih, , karena mereka adalah orang yang paling besar cintanya kepada Allah dan RasulNya, paling kuat ittiba’nya, paling dalam ilmunya, dan paling luas pemahamannya terhadap dua wahyu yang mulia tersebut. Dengan cara ini seorang muslim mampu berpegang teguh dengan agamanya dan bebas dari kotoran yang mencemari dan terhindar dari semua kebid’ahan yang menyesatkan.
          Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua dan kepada saudara-saudara kita yang terjerumus dan bergelimang di dalam kebid’ahan. Mudah-mudahan pula Allah menambah ilmu kita, menganugrahkan kekuatan iman dan takwa untuk bisa tetap istiqomah di atas manhaj yang hak dan menjalani sisa hidup di jaman yang penuh fitnah ini dengan bimbingan syari’at Muhammadiyah (syariat yang dibawa oleh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ), sampai kita bertemu Allah dengan membawa bekal husnul khatimah.


Saturday, 1 March 2014

Ada di tengah masyarakat tapi sebagian masyarakat belum mengenal



Tugas Pokok LPM adalah 
1. Membantu Pemerintah dalam merencanakan Pembangunan berdasarkan musyawarah.

  1. Menggerakkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
  2. Menumbuhkan kondisi dinamis masyarakat untuk mengembangkan pemberdayaan di Kelurahan.
Fungsi LPM adalah
  1. Sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan Pembangunan.
  2. Menggali dan memanfaatkan potensi dan menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat untuk membangun
  3. Membina kerjasama antar lembaga yang ada dalam masyarakat untuk pembangunan.
  4. Sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah, serta antar masyarakat itu sendiri.  ,

Sunday, 23 February 2014

Semua Memiliki peran yang menentukan

Dijaman sekarang ini realita masyarakat menggambarkan, sebagian terjadi adanya kesemrawutan tata kelola di lingkungan masyarakat. Setiap dipertemukan masalah yang amat sangat klasik pasti ada yang disalahkan, misalnya tentang tata ruang dan kesemrawutan kota. Sebagian dari saudara menyalahkan ini merupakan salah pemerintah yang tidak optimal dalam program tata kelola, kemudian ada sebagian lagi berpendapat masalah di kota ini merupakan kesalahan anggota dewan yang tidak melakukan fungsi pengawasan dan alokasi anggaran dengan baik. dalam sisi lain pun ternyata masyarakat juga bisa bersalah dikarenakan oleh kesadaran dalam mematuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sampai pemerintah tingkat lokal.
Contohnya ketika masyarakat yang sangat menderitanya, melihat infrastruktur kota yang berantakan, daya beli masyarakat rendah, pengangguran meningkat, angka kemiskinan naik dan yang ngeri lagi Index Pembangunan Manusia (IPM) sebegitu rendahnya. Pemerintah punya hajat sendiri yang punya agenda yang mayoritasnya digunakan untuk kepentingan golongan
Perlu diperlukan usaha yang kongkrit untuk membantu program dan merealisasikan visi dan misi dari program Pemerintah. Dalam hal ini setiap komponen masyarakat memiliki peran yang sangat menentukan, salah satu contohnya pedagang nasi kuning boleh jadi pembeli dari nasikuning kios ini merupakan bermacam profesi contoh salah satunya profesi dokter sebelum berangkat kerja ke Rumah Sakit sebelumnya sarapan dulu supaya ketika bekerja dan berhadapan dengan pasien bisa optimal dalam melakukan tindakan pengobatan bahkan operasi. Dengan performa dokter yang baik setidaknya dapat membantu dalam proses percepatan untuk penyembuhan penyakit pasien. Dalam hal lain sang dokter pun berharap ketika makan nasi kuning sarapan pagi tadi dapat memberikan kesehatan kepada sang dokter, bersih dan bergizi. Disisi lain pedagan nasi kuning pun ketika mengolah pembuatan nasi kuning harus senantiasa bersih, enak dan bergizi sehingga dapat menyehatkan pembeli dan diharapkan semua pembelinya terus berlangganan.
Bila kita simak, ini merupakan sebuah fenomena dimana semua pihak apa paun profesinya memiliki peran yang sangat penting..Jadi apa pun profesi kita berikanlah yang terbaik untuk konsumen kita karena akan memberikan manfaat.

Sunday, 16 February 2014

Reposisi yang Lama, Kreasi yang Baru

Kita semua sudah mafhum bahwa satu-satunya yang tak berubah alias abadi dalam kehidupan hanyalah perubahan itu sendiri. Dari zaman dulu, hukumnya sudah seperti itu. Yang membedakannya hanyalah dinamika dan kecepatan perubahan itu sendiri. Daur ulang produk juga semakin pendek. Barang konsumen yang dulu berganti model setiap tiga tahun, boleh jadi saat ini sudah berubah bentuk setiap 6 bulanan. Demikian pula, rata-rata usia perusahaan pada kenyataannya semakin menurun dari masa ke masa. Sebuah studi bahkan menunjukkan jika di tahun 1960-an, rata-rata usia hidup sebuah perusahaan yang terdaftar dalam S&P 500 sekitar 61 tahun, maka di tahun 1980-an usianya berkurang menjadi 25 tahun. Dan saat ini, umurnya pun bahkan menciut lagi menjadi 18 tahun. Betapa cepat dan dinamisnya gerak perubahan yang terjadi, khususnya dalam peradaban korporasi!
Ekuslie Goestiandi
Ekuslie Goestiandi
Suka tidak suka, perubahan medan pasar yang masif, perkembangan teknologi baru yang cepat dan hadirnya para pendatang bisnis baru yang sangat efisien dan berbiaya murah, membuat perusahaan mapan tak bisa santai dan berlama-lama menikmati kejayaannya. Kembali pada hukum alam “perubahan”, satu-satunya jalan yang memungkinkan sebuah perusahaan bertahan dan bertumbuh langgeng adalah melakukan perubahan itu sendiri. Di dunia korporasi, perubahan ini lazim disebut sebagai transformasi organisasi.
Seperti dikatakan oleh Charles Darwin, It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change (bukan mereka yang kuat dan digdaya yang akan bertahan hidup, sebaliknya mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahanlah yang akan hidup dan bertumbuh langgeng)”, maka kata kunci kelanggengan organisasi di era perubahan yang dahsyat ini adalah kesiapan menghadapi perubahan atawa transformasi.
Dalam jagat korporasi, transformasi acap kali ditafsirkan sebagai proses “lahir baru”, yang berarti mematikan yang lama dan melahirkan yang baru. Proses “lahir baru” dalam hal ini bisa diartikan menghentikan produk/jasa yang ada selama ini, atau bahkan menutup perusahaan itu sama sekali, dan seterusnya menciptakan produk baru atau bahkan membangun perusahaan baru lainnya. Mungkinkah kita melakukan keduanya simultan pada waktu bersamaan, yakni sekaligus melanggengkan yang lama dan membangun yang baru?
Dalam studinya yang bertajuk Two Routes to Resilience (HBR, Desember 2012), Clark Gilbert dkk. memaparkan bahwa proses transformasi sebuah perusahaan dapat menempuh dua jalur perubahan seperti disebut di atas secara bersamaan, tanpa harus mengorbankan satu dengan lainnya. Lebih jauh, jika dilakukan dengan tepat, jalur ganda ini (melanggengkan yang lama dan membangun yang baru) bahkan akan menciptakan sinergi yang mendatangkan manfaat bisnis yang nyata. Secara ilustratif, Gilbert dkk. menyebut dua jalur transformasi tersebut sebagai jalur transformasi A dan jalur transformasi B. Jalur transformasi A adalah perubahan yang dilakukan dengan mereposisi bisnis inti/utama yang ada sekarang, yakni menyesuaikan model bisnisnya dengan kondisi pasar yang sedang ataupun sudah berubah. Sementara jalur transformasi B adalah perubahan yang dilaksanakan dengan membangun sebuah bisnis yang baru, yang terpisah dari yang ada sekarang, dan diharapkan menjadi sumber pertumbuhan usaha di masa mendatang.
Perusahaan mesin fotokopi dan printer Xerox adalah salah satu contoh organisasi yang berhasil melakukan jalur transformasi ganda ini. Pada era 1990-an, kompetisi di bidang teknologi dokumentasi yang begitu dahsyat (khususnya di negara-negara Asia yang menjadi pasar terbesar Xerox) telah menggerus keuntungan dan pangsa pasar Xerox, yang terkenal dengan produknya yang komplikatif dan mahal. Akibatnya, di tahun 2000, mereka membukukan kerugian bersih sekitar US$ 273 juta, dengan nilai pendapatan US$ 19 miliar. Tak sanggup menanggung kerugian yang sedemikian parah, perusahaan dipaksa menempuh jalan perubahan alias transformasi. Secara perlahan tetapi pasti, Xerox bahkan menempuh jalur transformasi ganda, yakni mereposisi bisnis inti mereka selama ini sekaligus menciptakan model bisnis yang baru.
Xerox tetap mempertahankan bisnis teknologi dokumentasi mereka, yakni mesin fotokopi dan printer. Bedanya, kali ini mereka membuat mesin fotokopi dan printer yang lebih sederhana (tidak komplikatif), harga yang lebih terjangkau, lebih maju secara teknologi dan sekaligus lebih efisien dalam biaya operasionalnya. Dengan spesifikasi yang technologyly-advanced dan cost- effective, bisnis teknologi dokumentasi Xerox pun akhirnya bisa bertahan dan bertumbuh lagi. Sembari mempertahankan bisnis inti mereka, Xerox juga mengakuisisi sebesar US$ 5,5 miliar atas perusahaan Accelerated Computer Services (ACS) yang membidangi pengelolaan dan otomasi proses kerja untuk perusahaan besar. Dengan mengombinasikan kekuatan Xerox di bidang teknologi dokumentasi dan keahlian ACS di bidang pengelolaan proses kerja, mereka mendeklarasikan diri sebagai penyedia solusi (solution provider) yang unggul untuk melayani kebutuhan perkantoran perusahaan di seluruh dunia.
Dengan integrasi dua jalur transformasi di atas, Xerox dapat meningkatkan efisiensi dengan cara memanfaatkan fungsi tertentu seperti: riset dan pengembangan, branding dan pemasaran untuk keperluan dua model bisnis sekaligus, yakni teknologi dokumentasi dan manajemen proses kerja. Ujung-ujungnya, pada akhir 2011, hasil sinergi dan integrasi tersebut mendatangkan nilai penjualan total sebesar US$ 23 miliar dengan keuntungan bersih perusahaan sekitar US$ 1,3 miliar.
Namun, kita jangan salah paham bahwa transformasi jalur ganda akan otomatis mendatangkan hasil sinergis dan keuntungan bagi perusahaan. Lagi-lagi Gilbert dkk. menegaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan melakukan transformasi jalur ganda adalah memiliki kompetensi dan proses yang memungkinkan dua jalur transformasi itu saling berbagi sumber daya (resource sharing) tanpa mencampuri urusan operasional masing-masing jalur satu sama lainnya. Dan, itu berarti perusahaan harus memiliki SDM yang unggul dengan budaya kerja sama lintas fungsi yang baik. Tak kalah penting, proses kerja di perusahaan juga harus memungkinkan anggota tim kerja tersebut melakukan capabilities exchange atau pertukaran keahlian sesuai dengan kepentingan perusahaan secara cepat. Dengan kata lain, perusahaan harus memiliki budaya fleksibilitas yang mendobrak kebiasaan silo yang kaku dan tak tanggap untuk berubah.
Ekuslie Goestiandi, Pemerhati manajemen dan seorang pembelajar

Pemberdayaan Pengusaha Kecil

Membeli produk ini ada beberapa keuntungan, diantaranya
1. Mendukung program pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja
2. Mendukung program pemerintah untuk memberantas kemiskinan
3. Menghidupkan kembali pengrajin sepatu asli Bandung, adalah sebuah realita, beberapa pengrajin sepatu hand made kota Bandung hidup dalam garis kemiskinan, dikarenakan dimanfaatkan secara tidak baik oleh pengusaha yang kurang adil.
4. Membeli produk ini berarti ikut berdonasi ke Yayasan Sahabat Peduli Umat, yang memiliki program-program yang sangat mulia yang semua program semuanya nyaris tak tersentuh oleh NGO lain
5. Menjadi reseller/mitra, akan mendapatkan edukasi tentang cara berbisnis yang baik, Insya Allah akan menghadirkan tidak hanya profit tapi benefit juga.
6. Silahkan kunjungi www.akselerashoes.com untuk melihat karya produk lainnya.
7. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi 0817206462

Siap mensukseskan pemilu 2014

 
Kerja sama tim yang sudah terjalin tak terasa sudah menembus lebih dari satu dekade, hal yang dirasakan hingga saat ini adalah sebuah energi yang positif. Dengan semangat tim yang tak kenal henti menghadirkan kegiatan yang ekstra manfaat kepada masyarakat selain dari pada itu kemampuan diri sendiri pun ter upgrade dengan sendirinya lebih percaya diri dan cerdas. Disaat kemampuan semakin meningkat selanjutnya akan semakin membuka diri.Tahun 2014 ini, Indonesia akan melewati perhelatan akbar Pemilu 2014. Semoga bisa menghadirkan kepemimpinan yang berpihak kepada kemaslahatan ummat.
Untuk mendapatkan kepemimpinan sesuai harapan diperlukan usaha kongkrit dari masyarakat agar bisa mendorong wakilnya untuk mengakomodir aspirasi masyarakat. Sebuah kegagalan jika kita tidak ikut berpartisipasi dalam pendukungan dalam proses demokrasi di tahun ini. Buat masyarakat dan relawan yang akan bergabung dengan relawan PREVENTIVE khususnya di daerah Kota Bandung Dapil 2 : Cibeunying Kidul, Cibeunying Keler, Coblong, Sumur Bandung, Cidadap, Bandung Wetan silahkan bergabung, SMS ke No 0817206462.

Wednesday, 25 December 2013

Guru Ngaji Madrasah pun bisa umroh

Beberapa hari yang lalu penulis sempat bertemu di sebuah acara manasik umroh sebuah travel di kota Bandung, saat itu penulis sedang ada keperluan untuk buka stan jasa penukaran Riyal (mata uang Saudi). Saat itu penulis datang terlambat para jemaah sedang melakukan manasik praktek hingga mendekati waktu sholat Dzuhur. Saat break acara (ISHOMA) ada seorang jemaah mendekati penulis dan bertanya tentang manfaat pakai riyal di Mekkah.
Jemaah: "Pa sekarang berapa harga riyal.."
Penulis : "Kami jual perpaket pa, terdiri dari banyak pecahan, sampai pecahan kecil..harga perpaketnya 1 juta rupiah bisa dapat 294 Riyal"
Jemaah: Emang buat apa pecahan kecil?"
Penulis: "banyak manfaatnya pa, bisa untuk infak, jajan karena beberapa produk makanan/minuman yang pakai mesin pake uang pecahan kecil"
Jemaah: "Kalo standar bekal riyal untuk umroh berapa riyal ya mas?"
Penulis:"itu tergantung jemaahnya pa, tergantung kebutuhan juga..kalo menurut saya tukar satu juta juga bisa, emang bapak blm pernah berangkat umroh?"
Jemaah :"saya baru kali ini mas, ini juga alhamdulillah ada yang bayarin"
Penulis : "Subhanallah,..bpk bisa berangkat umroh gratis berarti saya yakin bapak punya amal kebaikan yang di apresiasi oleh relasi bapak,..btw profesi bapak apa sekarang?"
Jemaah : "Saya guru ngaji anak2 pa..(sambil tersenyum)..dan yang membiayai umroh ini sama orang tua murid ngaji saya"
Penulis :"(sambil terkesima) subhanallah, baik benar orang tua murid tersebut"
Kami pun larut ngobrol hingga hampir satu jam, dan ini memberikan pelajaran kepada penulis, bahwa profesi dalam dunia syiar dan dakwah dengan niat mencari ridho Allah swt dan memberikan pencerahan dan pemahaman kepada sesama muslim, terutama anak-anak yang notabene adalah generasi penerus kita memberikan rejeki yang tak terduga. Medapat kan undangan Allah dari umroh dan haji merupakan dambaan bagi kaum muslim diseluruh dunia dari semua kalangan dari golongan miskin hingga orang kaya duniawi. Karena di mekkah dan di madinah terdapat banyak tempat nya maqom ijabah, tempat berdoanya yang mustajab (yang akan dikabulkan Allah swt) dan hukumnya pun ibadah umroh adalah SUNNAH MUAKAD, ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Semoga kita semua bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa beribadah umroh dan haji ke baitullah..

Amiin Ya Robbal "alamiin...
 
Blogger Templates