Membeli produk ini ada beberapa keuntungan, diantaranya
1. Mendukung program pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja
2. Mendukung program pemerintah untuk memberantas kemiskinan
3. Menghidupkan kembali pengrajin sepatu asli Bandung, adalah sebuah realita, beberapa pengrajin sepatu hand made kota Bandung hidup dalam garis kemiskinan, dikarenakan dimanfaatkan secara tidak baik oleh pengusaha yang kurang adil.
4. Membeli produk ini berarti ikut berdonasi ke Yayasan Sahabat Peduli Umat, yang memiliki program-program yang sangat mulia yang semua program semuanya nyaris tak tersentuh oleh NGO lain
5. Menjadi reseller/mitra, akan mendapatkan edukasi tentang cara berbisnis yang baik, Insya Allah akan menghadirkan tidak hanya profit tapi benefit juga.
6. Silahkan kunjungi www.akselerashoes.com untuk melihat karya produk lainnya.
7. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi 0817206462
Sunday, 16 February 2014
Siap mensukseskan pemilu 2014
Untuk mendapatkan kepemimpinan sesuai harapan diperlukan usaha kongkrit dari masyarakat agar bisa mendorong wakilnya untuk mengakomodir aspirasi masyarakat. Sebuah kegagalan jika kita tidak ikut berpartisipasi dalam pendukungan dalam proses demokrasi di tahun ini. Buat masyarakat dan relawan yang akan bergabung dengan relawan PREVENTIVE khususnya di daerah Kota Bandung Dapil 2 : Cibeunying Kidul, Cibeunying Keler, Coblong, Sumur Bandung, Cidadap, Bandung Wetan silahkan bergabung, SMS ke No 0817206462.
Wednesday, 25 December 2013
Guru Ngaji Madrasah pun bisa umroh
Beberapa hari yang lalu penulis sempat bertemu di sebuah acara manasik umroh sebuah travel di kota Bandung, saat itu penulis sedang ada keperluan untuk buka stan jasa penukaran Riyal (mata uang Saudi). Saat itu penulis datang terlambat para jemaah sedang melakukan manasik praktek hingga mendekati waktu sholat Dzuhur. Saat break acara (ISHOMA) ada seorang jemaah mendekati penulis dan bertanya tentang manfaat pakai riyal di Mekkah.
Jemaah: "Pa sekarang berapa harga riyal.."
Penulis : "Kami jual perpaket pa, terdiri dari banyak pecahan, sampai pecahan kecil..harga perpaketnya 1 juta rupiah bisa dapat 294 Riyal"
Jemaah: Emang buat apa pecahan kecil?"
Penulis: "banyak manfaatnya pa, bisa untuk infak, jajan karena beberapa produk makanan/minuman yang pakai mesin pake uang pecahan kecil"
Jemaah: "Kalo standar bekal riyal untuk umroh berapa riyal ya mas?"
Penulis:"itu tergantung jemaahnya pa, tergantung kebutuhan juga..kalo menurut saya tukar satu juta juga bisa, emang bapak blm pernah berangkat umroh?"
Jemaah :"saya baru kali ini mas, ini juga alhamdulillah ada yang bayarin"
Penulis : "Subhanallah,..bpk bisa berangkat umroh gratis berarti saya yakin bapak punya amal kebaikan yang di apresiasi oleh relasi bapak,..btw profesi bapak apa sekarang?"
Jemaah : "Saya guru ngaji anak2 pa..(sambil tersenyum)..dan yang membiayai umroh ini sama orang tua murid ngaji saya"
Penulis :"(sambil terkesima) subhanallah, baik benar orang tua murid tersebut"
Kami pun larut ngobrol hingga hampir satu jam, dan ini memberikan pelajaran kepada penulis, bahwa profesi dalam dunia syiar dan dakwah dengan niat mencari ridho Allah swt dan memberikan pencerahan dan pemahaman kepada sesama muslim, terutama anak-anak yang notabene adalah generasi penerus kita memberikan rejeki yang tak terduga. Medapat kan undangan Allah dari umroh dan haji merupakan dambaan bagi kaum muslim diseluruh dunia dari semua kalangan dari golongan miskin hingga orang kaya duniawi. Karena di mekkah dan di madinah terdapat banyak tempat nya maqom ijabah, tempat berdoanya yang mustajab (yang akan dikabulkan Allah swt) dan hukumnya pun ibadah umroh adalah SUNNAH MUAKAD, ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Semoga kita semua bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa beribadah umroh dan haji ke baitullah..
Amiin Ya Robbal "alamiin...
Sunday, 15 December 2013
KEADILAN YANG TIDAK ADIL
keadilan yang tidak adil ?
LHI telah ditetapkan sebagai terpidana lewat keputusan pengadilan Tipikor.
LHI dikenakan hukuman 16 tahun penjara dan seluruh hartanya disita untuk
negara. Walau selama persidangan tidak bisa dibuktikan secara materi LHI
melakukan perbuatan sesuai dakwaan jaksa. Karena memang tidak ada bukti
( Uang dan saksi kunci ) dia melakukan. Tidak ada bukti dia menggunakan
kekuasaannya sebagai pimpinan PKS untuk mempengaruhi menteri Pertanian
yang kader PKS. Kesalahannya LHI hanya satu yaitu dia berteman baik
dengan pelaku yang terbukti secara materi melakukan suap yaitu Fathanah.
Ya, KPK selalu menang di pengadilan. Tidak ada istilah SP3 untuk kasus
yang ditangani
KPK. Setiap orang yang dinyatakan tersangka maka dia akan berakhir
menjadi
terpidana. Saya termasuk marah dan benci dengan siapapun yang berlaku
korupsi
karena mereka bukan hanya mengkhianati negara tapi juga mengkhianati
Tuhan.
Mereka juga mengkhianati nilai nilai kemanusiaan yang harus mereka
bangun
dihadapan keluarga dan masyarakat sebagai makhluk yang bernama manusia.
Kalaulah keputusan hukuman untuk LHI ada demi keadilan maka saya harus
berpuas
diri kepada KPK. Artinya cita cita reformasi untuk lahirnya masyarakat
madani ,
masyarakat plural yang cinta perdamaian, kebaikan, kebenaran dan
keadilan akan
terjelma. Tidak perlu dirisaukan bila sampai kini korupsi terus terjadi
karena
hanya masalah waktu, itu akan habis dengan sendirinya seiring semakin
kerasnya
KPK bersikap. Yang jadi pertanyaan adalah apakah KPK
benar diadakan sesuai amanah reformasi untuk tegaknya keadilan bagi
rakyat dari
para pelaku korupsi? Mengapa saya bertanya seperti itu ?
Teman saya seorang ahli
telekomunikasi yang juga dosen ITB pernah diminta oleh pengadilan sebagai Saksi
terdakwa kasus Antasari. Teman ini bukan orang yang doyan berpolitik dan tidak
peduli soal intrik politik. Jadi dapat dipastikan dia akan menjadi saksi ahli
yang bekerja sesuai dengan keahliannya tanpa bisa didikte karena alasan apapun.
Kesaksiannya sangat menentukan untuk menghubungkan Antasari dengan peristiwa
kematian Nasruddin, dimana satu satunya bukti adalah adanya SMS dari Antasari yang mengancam Nasruddin. Tugas
teman ini adalah membuktikan SMS itu benar berasal dari Antasari. Hasil
penelitiannya bersama team, membuktikan bahwa SMS itu tidak pernah ada. Bukti
SMS yang diajukan Jaksa adalah palsu. Seharusnya dengan bukti itu, Antasari harus dibebaskan dari segala
tuntutan. Apalagi menurut teman saya yang pengacara bahwa selama proses
persidangan tidak bisa dibuktikan hubungan Antasari dengan kematian Nasruddin.
Itu semua hanya keterangan dari berbagai saksi yang dihadirkan jaksa dan dari itu
cerita dibangun untuk memberikan
keyakinan kepada hakim bahwa tersangka dengan meyakinkan melakukan tindakan
pidana dan patut dihukum seberat beratnya. Dakwaan jaksa adalah pembunuhan
berencana dan dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2
KUHP pasal 340 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. Yang akhirnya
hakim memutuskan hukuman 18 tahun penjara.
Ustad Abu Bakar Baasyir (ABB) dijatuhi hukuman 15 tahun karena dakwaan
melakukan kejahatan terorisme. Selama persidangan tidak ada satupun bukti
secara materi yang bisa menjadikan ABB sebagai terpidana. Semua bukti hanyalah
berasal dari saksi yang kemudian dihubungkan hubungkan dengan ABB untuk
memberikan keyakinan kepada hakim bahwa ABB memang pelaku teroris. Benarkah
begitu ? Teman aktifis yang selalu hadir dalam persidangan ABB mengatakan bahwa
dakwaan jaksa sangat lemah. Satu satunya yang mengaitkan ABB dengan teroris
Aceh adalah adanya pembicaraan empat mata antara ABB dengan Dulmatin untuk
melakukan pelatihan militer di Aceh. Padahal almarhum Dulmatin ditembak mati
sebelum dimintai keterangannya. Bagaimana saksi yang sudah meninggal yang tidak
pernah memberikan keterangan BAP dapat dijadikan bukti dipengadilan. Satu
satunya kesalahan ABB adalah dia memang
pernah berhubungan dengan orang orang yang terlibat tindakan teroris dan makar
namun itu dalam kapasitasnya sebagai Ustadz atau ulama yang mengharuskan dia
bertemu dengan berbagai orang. Kalaupun sampai orang terpengaruh dengan
dakwahnya tentang keharusan menegakan syariat islam dalam kehidupan bernegara
maka itu bukanlah kejahatan. Karena dia menyampaikan keyakinannya berdasarkan
agama yang diakui syah oleh republik ini. Tapi keyakinan ABB dijadikan dasar
keyakinan Hakim untuk menjadikan dia terpidana teroris.
Ada cerita, ini kisah nyata tahun 80an. Seseorang diseret oleh warga
penghuni komplek perumahan kekantor polisi karena kepergok ada diatas genteng
rumah orang dimalam hari. Walau tidak ada barang bukti ditangan bahwa dia
mencuri namun sudah cukup alasan bagi orang ramai dia adalah pencuri.
Setidaknya dia patut diduga melakukan pencurian. Patut diduga saja sudah cukup
membuat orang pesakitan. Begitulah hokum dinegeri ini. Dihadapan polisi,
tersangka mengakui bahwa benar dia ada diatas genteng rumah orang dimalam hari
dan terpaksa mengakui patut diduga itu. Namun apa yang terjadi dipangadilan?
Ditangan seorang pengacara yang idealis, tersangka ini bebas murni. Mengapa ?
Ada satu pertanyaan dari terdakwa kepada hakim dan hakim tidak bisa
menjawabnya, apa bukti bahwa dia mencuri? Karena ini dakwaan mencuri maka harus
ada bukti barang curian. Tanpa bukti barang curian maka dakwaan itu batal demi
hokum. Kesaksian tanpa bukti justru membatalkan kesaksian itu sendiri. Jaksa
gagal menyediakan barang bukti dihadapan hakim karena memang belum terjadi
pencurian. Satu satunya bukti kesalahan tersangka hingga patut diduga mencuri
adalah dia berada diatas atap rumah orang dimalam hari. Tapi logika realita
bukanlah logika hukum untuk menjadikan seoran terpidana. Ada falsafah hukum
yang hampir semua mahasiswa fakultas hukum diwajibkan untuk menghapal Azas
Indubio Proreo “Lebih baik membebaskan
1000 orang yang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak
bersalah”. Artinya Lebih baik membebaskan orang yang diragukan bersalah daripada
terlanjur menghukum orang tidak bersalah. Prinsip hukum ini sudah ada sejak
zaman Nabi.
Philosopi hukum seperti cerita diatas tidak berlaku bagi LHI, Antasari dan
ABB. Mereka dijadikan tersangka karena “patut diduga” dan setelah itu mereka
menjadi terpidana karena proses persidangan yang berhasil menciptakan opini yang memberikan “keyakinan “hakim bahwa tersangka bersalah. Andaikan kasus LHI, Antasari, ABB dijadikan jurisprudence untuk
kasus Bank Century, Hambalang maka dipastikan akan banyak elite politik dari
penguasa yang masuk penjara. Karena walau tidak terbukti secara materi namun
secara “meyakinkan” dapat dibuktikan dari sisi sosial kehidupan mereka yang
berkuasa, yang langsung menjadi Orang
Kaya Baru yang bergelimang dengan kemewahan. Tapi hukum Indonesia hanya
berlaku untuk yang bukan penguasa, dan kepada penguasa, hukum harus berjalan dengan azas Indubio
Proreo. Seorang perwira militer asing yang bertemu dengan saya dalam acara wine party mengatakan bahwa Amerika dan Australia sangat kecewa dengan sikap Megawati yang lemah terhadap Terorisme terbukti
Abu Bakar Baasyir
(ABB) dijatuhi vonis hukuman ringan. Namun AS sangat bangga dengan rezim
SBY
karena bisa membungkam ABB dengan hukuman berat dan sekaligus merusak
citra gerakan islam fundamentalis di Indonesia. Mereka ( AS dan
Australia ) puas terhadap hasil peradilan kasus LHI karena LHI bukan
hanya mengganggu ambisi AS
dan Ausralia menguasai pasar daging di Indonesia tapi juga LHI adalah
orang
yang masuk dalam gerakan bawah tanah perjuangan islam international.
Walau untuk
itu harus menjadikan Antasari sang ketua KPK sebagai terpidana karena
mencoba
menguak konspirasi mereka menempatkan puppet sebagai pemimpin terpilih
negeri ini...
Monday, 25 November 2013
Menjaga konsistensi amalan sederhana berdampak besar
Sekitar 10 tahun yang lalu kami memulai agenda sederhana melaksanakan tensi gratis di pasar tradisional, dimulai dari tensi tanpa record sampai dikelola secara profesional hingga saat ini. Variasi pemeriksaan pun mulai kami jajaki dari pemeriksaan kadar gula dalam darah, kadar asam urat, kolesterol dan trigliserida.
Kami yang merupakan bagian dari panitia pelaksana merasakan banyak terjadi kemajuan yang sangat signifikan hingga dari sekian tahun tersebut hanya dalam hitungan jari kami tidak melakukan agenda tensi (baksos) dipasar tradisional dan itu pun H -1 kami harus pampang PENGUMUMAN bahwa baksos bulan ini di tunda ke bulan berikutnya.
Kami awalnya berpendapat dan menganalisa bahwasanya pasien yang mendatangi kami hanya sekedar iseng alias mumpung skalian lewat kita periksa...(mindset panitia), seiring berjalanya waktu banyak hal yang kami dapatkan (Keutamaan) diantaranya:
1. Memberikan edukasi dan pemeliharaan kesehatan masyarakat secara langsung membantu pemerintah dalam program peningkatan usia harapan hidup, walau pun kami tanda tanya besar apakh pemerintah tahu tentang eksistensi kami melayani masyarakat. Dan yang paling penting adalah beberapa pasien yang mengalami kondisi diluar normal amat sangat terasa terbantu dengan kegiatan baksos ini.
2. Memberikan edukasi kapada masyarakat tentang pengorbanan untuk sebuah keuntungan, setelah beberapa lama (sekitar 7 tahunan) kami menyediakan kotak infak yang berasal dari masyarakat yang kami belikan untuk pengadaaan alat kesehatan yang canggih, pengobatan gratis (momen tertentu) dan pembelian aset penunjang lainnya, kalau dihitung mungkin nilainya sangat fantastis (bisa capai puluhan juta)
3. Sebuah ladang amal, kami membuka informasi dan bersedia untuk menduplikasi ke daerah lain ihwal sistem baksos yang kami bangun, hingga saat ini (nov 13) sudah tercatat jumlah pasien sekitar 2200 orang, sebagian besar (150-300org) datang ketempat stand kita untuk diperiksa dan berkonsultasi. Kami meyakini ini merupakan salah satu amal terbaik yang merupakan peluang yang jangan disia-siakan.
4. Mendapat kan dukungan dari masyarakat dan didoakan masyarakat untuk dimudahkan dalam segala urusan.
5. Segera hubungi kami untuk melakukan coaching clinic di pasar tradisonal sekitar anda (maaf untuk sementara sekitar Bandung Raya, insya Allah yang lain menyusul)
Semoga dengan informasi diatas bisa membawa kita ke jalan yang lebih baik dan bermanfaat.
Friday, 22 November 2013
Membuka Jaringan Silaturahmi Tak Kenal Batas
Awalnya sebagai pengusaha pemula, yang sebelumnya bertahun-tahun menjadi karyawan terkadang ketika memulai akan merasa kikuk dan ada rasa hawatir dan kurang pede. Hal yang mendasari keberanian dan rasa pede muncul berawal dari rasa idealisme kita sendiri untuk men sinkron kan antara harapan dan kenyataan. Saya pikir mungkin kita tahu taraf ideal hidup kita, sebagai contohnya kita sering melihat dan memperhatikan orang lain yang tentunya ukurannya lebih sukses dari orang lain dan kita ingin mengikuti mereka agar mendapatkan kesuksesan yang sama atau lebih.
Dalam sisi lain, seiring nya bertambahnya usia, nilai kebutuhan finansial semakin meningkat dan produktifitas cenderung akan sedikit demi sedikit menurun, maka diperlukan usaha konkrit untuk melawan dan mencari solusi agar kita bisa sukses menjalani hidup ini. Sebagai langkah awal untuk mengembangkan bakat dan potensi awal kita adalah SILATURAHMI atau mengunjungi kerabat, teman atau bahkan sama orang yang tidak kenal sama sekali dengan kita. Ini sangat perlu dilakukan karena disana kita akan melihat cara pandang, tindakan atau langkah hidup dari orang yang kita datangi.
Dengan kita melakukan silaturahmi, maka akan membuka wawasan kepada kita untuk dapat mempercepat melakukan perubahan ke arah lebih baik. Kita pasti akan dihadapkan pada satu pilihan langkah apa yang akan kita ambil.
Semoga dengan membuka jaringan baru akan memberikan inspirasi kepada kita dalam hal yang positif yang akan membawa kita kepada kesuksesan, kebahagiaan dunia dan akhirat.
Wednesday, 13 November 2013
Prinsip menjadi pengusaha bermental baja
Tak sengaja ketika masih bekerja di PT Sanbe Farma mendapatkan materi Change
management dari manager PPIC kami Bpk Benyamen, walau pun saya tidak mendapatkan presentasi langsung dari beliau (hanya dapat softcopy) ini menjadikan inspirasi buat kami untuk menjalani usaha, dan hasilnya alhamdulillah bisa berkembang dan berkarakter serta memiliki nilai pemberdayaan, cekidot...
Out line
1.
MASALAH PERUBAHAN
a.
TUNTUTAN GLOBAL, sebuah keniscayaan sebagai
pengusaha harus bisa mengikuti ritme perkembangan jaman, agar tidak tergerus
oleh jaman. Beberapa variabel diantaranya:
i.
COST, biaya operasional produksi dan living cost
sebagai manusia individu dan kelompok (exp. Keluarga, perusahaan) kian hari
kian meningkat seiring dengan bertambahnya nilai inflasi.
ii.
KUALITAS PRODUK DAN JASA semakin tertantang agar bisa
memiliki daya saing dan yang terbaik dengan mengutamakan kebutuhan pasar, yang
sudah menjadi konsumen kita harus bisa ter maintenance
dengan baik sehingga tidak mudah kelain hati.
iii.
PELUANG BARU, pada satu waktu/titik diperlukan
untuk rehat dan berpikir keluar dari pikiran convensional kita agar tidak
terjebak dalam pemikiran dan ide yang terbatas. Pelajari peluang baru, sering
bersilaturahmi dengan kawan yang berlainan profesi dan berbeda jenis usaha.
iv.
PRODUKTIVITAS, peningkatan produktifitas yang
didasari oleh permintaan dari konsumen loyal dan bagian marketing, perlu serius
diperhatikan untuk menghindari potensi rasa kecewa dari konsumen/klien kita
atau pasar.
b.
SISI POSITIF, memiliki mental pengusaha yang baik
dan tangguh, tidak mudah kehabisan ide serta memiliki unsur seni yang sangat
tinggi,akan menjadi imajiner kelas
tinggi dalam konteks kebaikan dan penambahan nilai manfaat.
i.
ADAPTASI TERHADAP LINGKUNGAN YANG
BERUBAH, selalu
mengikuti perkembangan jaman dan ter up date
ii.
PENINGKATAN DAYA SAING,
kemampuan perusahaan akan semakin ter up grade
iii.
POSITIONING YANG LEBIH BAIK,
pengurangan sisi kelemahan dan mengikuti perkembangan jaman yang didasari nilai
efisiensi dan efektifitas.
c.
SISI NEGATIF / RESIKO PERUBAHAN,
i.
KEGAGALAN, bisa terjadi
dan bisa mengakibatkan usaha tutup
ii.
SUMBER DAYA TERBUANG PERCUMA,
bisa terjadi karena tidak terjadi nilai efisiensi dan efektifitas terlebih cost
akan meningkat
iii.
KARYAWAN ; FRUSTASI, PUTUS ASA,
TAKUT, mental bisa kena, produktifitas menurun, tidak PEDE,
konsumen/klien pada mundur
d.
KESALAHAN-KESALAHAN YANG KERAP
TERJADI
i.
MEMBIARKAN TERLALU PUAS DIRI
ii.
GAGAL MENCIPTAKAN KOALISI PENGARAH YG CUKUP KUAT
iii.
MEREMEHKAN KEKUATAN VISI
iv.
KOMUNIKASI YG BURUK
v.
MEMBIARKAN HAMBATAN MENGHALANGI VISI BARU
vi.
GAGAL MENCIPTAKAN HASIL JANGKA PENDEK
vii.
TERLALU CEPAT MENYATAKAN KEBERHASILAN
viii.
LALAI MENANAMKAN PERUBAHAN SECARA KOKOH DALAM KULTUR PERUSAHAAN
ix.
KONSEKUENSI :
1.
STRATEGI
BARU TIDAK DIIMPLEMENTASIKAN
2.
AKUISISI
TIDAK MENCAPAI SINERGI YG DIHARAPKAN
3.
REKAYASA
ULANG MEMBUTUHKAN WAKTU LEBIH LAMA DAN BIAYA TERLALU BANYAK
4.
PERAMPINGAN
TIDAK BERHASIL MENGONTROL BIAYA
5. PROGRAM-PROGRAM KUALITAS TIDAK
MEMBERIKAN HASIL YANG SESUAI DENGAN HARAPAN
2.
PROSES PERUBAHAN
To be continued....
Subscribe to:
Posts (Atom)




