Saturday, 14 June 2014

SUKA DAN DUKA MEMBANGUN USAHA BERSAMA KELUARGA





Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) sangat berperan dan akan mendapatkan nilai positif dari klien /rekanan atau konsumen perusahaan tersebut. Pertanyaan kita sekarang langkah apa yang harus diterapkan untuk meningkatkan nilai perusahaan di mata public dimana perusahaan tersebut didalamnya terdapat keterkaitan pemilik, investor dan pegawai didominasi oleh keluarga dan atau teman dekat alias sahabat. Hal yang penting dan perlu kita sadari pada umumnya ebuah perusahaan yang dijalankan oleh keluarga dan kekerabatan ketika memulai dari fase merintis berakhir dengan konflik dan kebangkrutan.
Sebuah contoh perusahaan terkemuka di Negara maju dimana managemen (karyawan) secara aktif melibatkan investor dan pemilik usaha sehingga secara instutisional jalannya usaha termonitor dengan baik. Sehingga tren dan laju perusahaan bisa meningkat month by month dan supervise kinerja perusahaan week by week.
Intensitas pertemuan secara aktif bisa dilakukan manakala investor sendiri bisa memposisikan bahwa dana yang di investasikan tersebut merupakan dana terbaik yang dimiliki sehingga pengawasan dana yang digulir mutlak dilakukan terlepas investor harus menyisakan space watu untuk melakukannya di sela-sela kesibukan. Kemudian dari management perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dana investor agar tidak salah sasaran dan tidak keluar dari konsep bisnis yang ditawarkan sejak awal dan terhindar dari pencideraan perjanjian.
Dengan seringnya melakukan pertemuan dan supervisi dari pihak yang berwenang maka secara tidak langsung akan meningkatkan transparansi perusahaan, mendiskusikan kebijakan ekonomi perusahaan yang mungkin kontorversial, mengurangi kesalah pahaman antara perusahaan dan investor serta mengurangi penyalahgunaan asset perusahaan oleh eksekutif atau management.
Proses monitoring ini dalam prakteknya akan sangat membantu meningkatkan nilai perusahaan dimata umum. Sebab, ketidak efisienan perusahaan bisa di minimalisir dan proses monitoring mempunyai sinyal positif sangat kuat kepada konsumen terhadap produk dan pelayanan perusahaan kita. Asumsi pasar (market) menilai bahwa perusahaan sangat serius dalam membenahi kinerja, peduli akan kepentingan investor dan senantiasa menjaga kualitas produk dan layanan. Proses monitoring bisa dilakukan secara aktif bersama investor akan cepat berkembang karena didasari oleh kebersamaan terhindar dari upaya otoriter sepihak atau tidak ada individu yang dominan (monopoli)
Beberapa kelemahan yang terjadi pada perusahaan disekitar kita, kecendrungannya di dominasi oleh pihak tertentu dengan berbagai dalih, sehingga tidak terjadi optimalisasi peranan setiap pihak, mulai dari pemiliki usaha, menegement dan investor terkadang satu sama lain saling melemahkan dan konflik pun terjadi.
Fungsi kontrol oleh investor pun menjadi tidak jalan dikarenakan management tidak mau diintervensi, atau sebaliknya management meyajikan data yang tidak valid kepada investor. Setelah terbangun ketidak percayaan satu sama lain, asumsi-asumsi pun bermunculan parahnya lagi dianggap sebuah kesimpulan tidak jarang kebijakan perusahaan bisa memperuncing keadaan dan akan memperparah konflik dan berimbas pada hubungan keluarga dan kerabat.
Intervensi investor pun kalo dirasa terlalu berlebihan dan terlalu berhati-hati saat fungsi control dilakukan akan memberikan dampak buruk kepada management salahsatunya tidak memiliki rasa percaya diri, sedikit-sedikit bertanya pada investor karena kebijakan yang dibuat management hawatir tidak tepat dan ini berbahaya akan menghambat respon perusahaan kepada konsumen. Ketidak harmonisan antar management, pemilik usaha dan investor akan dinilai memiliki reputasi yang buruk oleh market. Mengapa?karena penilaian pasar/market perusahaan tidak mampu mengatasi konflik internal.
Ada beberapa solusi yang bisa meningkatkan nilai perusahaan yang kepemilikannya masih didominasi oleh pendiri dan keluarganya. Sebelumnya, kita harus mengevaluasi fase kepemilikan sang pendiri dan keluarganya. Dengan berjalannya waktu, kendali perusahaan dialihkan dari pendiri kepada generasi kedua (misalnya anak sang pendiri), dan kalau perusahaan sudah lama berdiri, tidak jarang perusahaan sudah dikendalikan oleh generasi ketiga. Untuk setiap kasus di atas, kita harus menerapkan solusi yang berbeda. Karena, perbedaan karakteristik perusahaan seiring dialihkannya kepemilikan perusahaan antargenerasi.
Pertama, ketika perusahaan dimiliki oleh generasi kedua dan selanjutnya, sangat penting perusahaan membuat sebuah dewan independen yang semua anggotanya adalah profesional dan mereka tidak mempunyai hubungan dan kepentingan dengan siapa pun dari anggota keluarga pendiri. Dewan ini akan menjadi fasilitator komunikasi antara pihak yang berlainan dalam keluarga pendiri.
Kedua, proses komunikasi dilakukan dengan lebih intensif seiring semakin diverse-nya kepemilikan perusahaan. Perlu diadakan rapat antara pemilik perusahaan dengan frekuensi tiga-empat kali per tahun dan pertemuan ini difokuskan untuk menjernihkan miskomunikasi antara pemilik perusahaan. Pertemuan ini harus dihadiri oleh semua anggota dewan independen (yang tidak boleh menjabat sebagai anggota direksi atau anggota dewan komisaris). Ketiga, dalam rapat pemilik perusahaan, dewan independen menjadi fasilitator untuk pembuatan kebijaksanaan dan prosedur perusahaan yang berhubungan dengan pelaksanaan operasional perusahaan, pembagian keuntungan, dan pembuatan rencana strategis perusahaan.
Keempat, perlu ditunjuk auditor independen yang mempunyai reputasi internasional dan berpengalaman dalam menangani family-owned business. Auditor ini yang akan mengurusi pembuatan laporan keuangan yang menjadi landasan pembuatan kebijakan perusahaan. Dan kelima, semua proses pembuatan kebijakan dan prosedur harus didokumentasi dan semua hasilnya harus mudah diakses oleh semua pemilik perusahaan. Hal ini memudahkan para pemilik perusahaan untuk mendapatkan fakta ketika terjadi konflik di antara mereka.
Semua hal praktis di atas, jika dilakukan dengan baik, akan sangat membantu mengurangi potensi konflik horisontal antara pemilik perusahaan. Dan semua langkah ini akan meningkatkan nilai perusahaan, karena investor bisa melihat adanya kejelasan tujuan perusahaan, termasuk sikap proaktif perusahaan dalam mengantisipasi sumber konflik di masa mendatang.


Friday, 6 June 2014

3M Kunci Kesuksesan dalam bidang "TRADING"




Strategi, sistem dan metode trading selalu terkesan hebat diatas kertas, namun jika telah diterapkan dalam trading, pada kenyataannya kondisi pasar yang tidak menentu dan sangat sulit diperkirakan akan membuat strategi yang paling hebatpun tidak mampu menghasilkan profit yang terus menerus. Kenyataan yang paling cepat dipelajari adalah trading menjadi semakin sulit ketika trader mengalami tekanan emosi, sekalipun ia menggunakan strategi trading yang efektif.
                                         

Meski metode trading yang Anda gunakan sangat penting, namun itu belumlah cukup. Pada dasarnya ada tiga komponen untuk sukses dalam trading, yaitu Mind (pikiran), Money (money management) dan Method (metode trading), atau lazim disingkat dengan 3-M. Jika Anda mengabaikan salah satu komponen tersebut, cepat atau lambat Anda tidak akan mampu menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

Hal tersebut bukan berarti Anda tidak harus menggunakan strategi trading yang bagus, trading forex jelas memerlukan strategi dan sistem trading yang telah teruji dengan tingkat profit (winning rate) setinggi mungkin. Tanpa metode, strategi dan sistem trading yang bagus Anda tidak akan menemukan sinyal trading yang probabilitas-nya tinggi. Namun jika Anda hanya mengandalkan strategi trading, Anda tidak akan pernah benar-benar sukses karena dua komponen yang lain kurang Anda perhatikan, yaitu Mind dan Money.

Memang pada awalnya trader akan mengandalkan strategi trading yang canggih dengan winning rate yang besar, namun sebenarnya ketiga komponen tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Anda seharusnya bisa menjaga keseimbangan ketiga faktor tersebut ketika trading.

Komponen pertama: Mind (pikiran)
Jika Anda tidak mempunyai cara pikir yang benar, strategi trading yang paling bagus sekalipun tidak akan membuat Anda sukses. Cara pikir yang kurang benar antara lain: berapa profit yang akan saya peroleh jika mengikuti metode trading tertentu, atau berapa lama lagi saya akan menjadi trader full-time yang bisa terus profit, dan lain sebagainya. Pikiran seperti itu sering terjadi pada trader pemula atau mereka yang sedang berjuang untuk bisa trading dengan profitable.

Mereka selalu beranggapan bahwa trading forex adalah semacam mesin uang (meski anggapan ini bisa saja benar bila mereka mampu menghasilkan profit secara kontinyu), sehingga fokus pikiran mereka akan selalu tertuju pada berapa besar uang yang akan mereka peroleh. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengambil jalan pintas antara lain dengan masuk pasar sesering mungkin yang pada akhirnya sangat mungkin bisa menyebabkan account trading-nya hancur.

Pikiran yang berfokus pada hasil akhir yang bakal diperoleh akan cenderung menyebabkan tekanan emosi yang tidak terelakkan. Satu-satunya cara untuk menghindari hal ini hanya dengan merubah cara pikir yang kurang benar tersebut. Uang, atau hasil yang profitable akan bisa Anda peroleh bila Anda tidak trading dengan cara pikir yang kurang benar yang menyebabkan emosi Anda lebih berperan.
Sukses dalam trading adalah kombinasi antara seni dan pengetahuan, dan pada kenyataannya adalah gabungan dari tiga komponen tersebut. Saat trading dan dana kita sedang berada di pasar, maka semakin besar resiko kita, akan semakin besar pula respon emosi kita terhadap pergerakan harga pasar. Cara yang sederhana dan efektif agar emosi selalu bisa kita kendalikan adalah dengan membuat komponen pikiran kita berjalan dengan baik, yaitu dengan menentukan besarnya resiko dengan logis pada setiap trade yang kita lakukan.


                                                 
Dengan mengatur besarnya resiko akan membuat cara berpikir kita rasional, karena akan mengurangi emosi yang negatif baik ketika mengalami kerugian maupun ketika profit. Selain itu pikiran Anda hendaknya juga fokus pada sebuah rencana trading. Tanpa rencana trading yang jelas, Anda akan cenderung untuk masuk pasar secara berlebihan (over trade) meski Anda telah mengatur resiko pada setiap trade dengan benar. Dengan mengikuti rencana trading Anda akan bisa sabar dan disiplin dalam trading, terlepas dari kondisi pasar.
Komponen kedua: Money (money management)
Jika Anda telah komit untuk mengatur besarnya resiko pada setiap trade, maka Anda hendaknya menentukan resiko tersebut dengan proporsional, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Sesuaikan dengan besarnya dana dan portofolio trading Anda. Faktor penting lainnya dalam money management adalah risk/reward ratio. Sesuai dengan kondisi pasar saat Anda entry, tentukan besarnya risk/reward ratio dengan obyektif dan logis. Agar Anda bisa profitable dalam jangka panjang, risk/reward ratio minimal hendaknya ditentukan 1:1.
Komponen money management adalah perekat dua komponen lainnya, cara berpikir dan metode trading. Sekalipun cara berpikir Anda sudah benar dan strategi trading yang Anda gunakan cukup canggih, namun dengan money management yang kurang proporsional hasil akhir trading Anda bisa tidak optimal.

Komponen ketiga: Method (Metode trading)
Metode trading mutlak Anda gunakan untuk memprediksi kemungkinan arah pergerakan harga, menentukan stop loss dan target profit, saat untuk entry dan lain sebagainya. Bahkan metode trading adalah komponen pertama yang mesti Anda miliki sebagai senjata untuk menghadapi pasar. Metode trading yang baik adalah jelas, sederhana dan efektif. Hindari menerapkan banyak indikator teknikal yang menyebabkan konflik dan salah interpretasi. Metode trading yang baik akan mempengaruhi cara pikir Anda lebih obyektif dan logis.

Ketiga komponen tersebut saling berinteraksi dan saling melengkapi. Ibarat sebuah rantai, jika salah satu komponennya tanggal maka rantai tersebut akan putus dan tidak bisa bekerja dengan baik. Jika Anda benar-benar menerapkannya dengan baik, maka ketiga komponen tersebut bisa Anda anggap sebagai ’’Holy Grail ’’ dalam trading


Sumber : www.learntotradethemarket.com : Even the Best Trading Strategy Won’t Save You

 
Blogger Templates