Thursday, 6 November 2014

Syarat dan Izin Menjadi Sub Agen Elpiji 3Kg

Pada postingan sebelumnya, telah dijelaskan secara singkat tentang berwira usaha sebagai sub agen gas LPG 3 kg, maka sebagai kelanjutannya akan diuraikan sekilas tentang pengurusan izin menjadi sub agen (pangkalan) Elpiji tabung 3 kg sehingga usaha anda menjadi berstatus resmi. Seperti jenis usaha yang lain, menjadi seorang wirausaha dalam bidang perdagangan tentu harus memiliki izin-izin tertentu. Begitu juga halnya jika anda ingin berwirausaha sebagai agen penyalur atau sub agen tabung gas Elpiji. Dokumen-dokumen perizinan yang wajib anda miliki tersebut ibarat sebuah SIM bagi seorang pengendara mobil atau motor. Jika tidak punya, maka siap-siap “ kena tilang” oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOTl8ycIYL69LNkZEbFwdaTusahfRZmLSHi73yvQBNtV5jneNZMTwn6N6dAPkJh5G6pMEGsV_ltiU2eBXOl7s4Og4PO5wjWc55DPxS59LVFQXu3DvjhB4iOtljbTCyVA15vU4WxUajiDI/s1600/surat+izin+agen+lpg.jpg Berikut adalah sedikit gambaran tentang dokumen yang harus dimiliki agar bisa lolos menjadi sub agen elpiji (pangkalan) yang resmi. Jumlah dokumen perizinan dan persyaratan bagi masing-masing daerah kabupaten/kota sedikit berbeda-beda. Namun, secara umum dapat dideskripsikan seperti berikut:

Izin Sub Agen (Pangkalan) Elpiji
Menurut beberapa Perda di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa Izin Sub Agen Elpiji adalah izin yang wajib dimiliki oleh orang pribadi atau badan hukum untuk melaksanakan kegiatan penyimpanan dan penyaluran elpiji kepada pengecer dan atau masyarakat/konsumen dengan kapasitas penjualan kurang dari 1 (satu) ton per hari. Jadi Pangkalan Elpiji merupakan ujung tombak dari Pertamina dalam menyalurkan elpiji tersebut ke para pedagang kelontong, toko, ataupun langsung kepada konsumen.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi, umumnya terdiri dari:
  • Anda mempunyai Surat Keterangan memiliki kerjasama dengan Agen LPG 3 Kg yang ada di daerah anda (kabupaten/kota). Jadi mintalah surat tersebut ke agen anda.
  • Anda mempunyai SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), dan Surat Izin Gangguan atau disebut HO (Hinderordonnantie) yang biasanya diperoleh di Dinas perizinan di kabupaten/kota anda.
  • Melampirkan Surat Keterangan Izin dan Rekomendasi Mendirikan Pangkalan LPG 3 Kg dari kelurahan setempat.
  • Menyiapkan fotocopy KTP, Foto berwarna berbagai ukuran, dan membuat surat pernyataan sanggup mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Jika telah lengkap, maka anda bisa mengajukan dokumen tersebut ke dinas perizinan di kota/kabupaten di wilayah anda. Persyaratan di atas hanya gambaran umum, mungkin di daerah anda akan ada tambahan atau pengurangan dokumen persyaratan, karena masing-masing daerah tidak sama persis. Namun, jika anda tidak ingin repot, anda bisa memanfaatkan biro jasa tentu dengan biaya ekstra.

Jadi secara gamblangnya, untuk memulai bisnis ini, yang pertama anda lakukan adalah menyiapkan modal, menyiapkan tempat usaha, mendatangi agen elpiji di daerah anda, memohon kerjasama dengan agen, kemudian agen akan mengecek permohonan anda (termasuk mereview rencana tempat usaha anda), jika lolos, anda akan diterima sebagai sub agen (pangkalan), kemudian usaha anda siap beroperasi sembari pengurus perizinan ke dinas setempat. Setelah izin keluar, usaha anda telah dapat dikatakan sebagai Sub Agen Elpiji Resmi. Selamat berwirausaha, sukses!

Tuesday, 4 November 2014

10 Bisnis yang Modalnya Ratusan Ribu Rupiah (Di Bawah 1 Juta)




Modal memang kerap menjadi permasalahan mendasar bagi seseorang yang ingin mulai merintis sebuah usaha (bisnis). Namun, jika karena kendala modal membuat anda menyerah begitu saja, maka anda mungkin tak'kan pernah mampu menggapai impian anda. Untuk membangkitkan semangat kewirausahaan dalam diri anda, silahkan baca tips-tips cara membangun usaha dengan modal yang minim. Jika anda kreatif, sebenarnya ada ratusan jenis usaha (bisnis) yang bisa anda rintis dengan modal kecil (ratusan ribu rupiah). Blog kerjausaha mencoba menguraikan 10 ragam bisnis yang bisa anda mulai dengan modal ratusan ribu rupiah atau kurang dari satu jutaan rupiah.

1. Bisnis Pulsa
Jika anda telah memiliki sebuah ponsel, maka anda bisa memulai bisnis penjualan pulsa, baik untuk kebutuhan pulsa handphone maupun pulsa listrik. Modal yang dibutuhkan sekitar 500 ribuan rupiah atau bahkan ada beberapa agen yang menawarkan kerjasama 50ribu rupiah saja.
2. Bisnis Online
Apakah anda sudah memiliki perangkat komputer dan modem? Jika ya, coba pelajari ragam bisnis online yang menghasilkan uang. Menjadi blogger, paid to survey,dan periklanan di Youtube adalah beberapa contohnya. Jika anda belum punya perangkat komputer, anda bisa memanfaatkan fasilitas warnet. Modal utama untuk terjun ke bisnis online bukanlah uang, tetapi investasi waktu dan kerja keras!

3. Dropshipping
Dropshipping juga merupakan termasuk bisnis online yang kini sedang ngetrend. Anda berbisnis menjual produk-produk tertentu, seperti pakaian, buku, dan kosmetik lewat internet tanpa perlu memproduksi atau memiliki produk yang anda jual.

4. Agen Lepas atau Reseller (Misal Sophie Martin dan Oriflame)
Dengan modal di bawah satu jutaan, anda telah bisa menjadi member keagenan dari berbagai bisnis penjualan real product, seperti fashion, produk kecantikan, obat suplemen, dan sebagainya. Banyak orang yang telah sukses menjadi agen lepas, misal pada bisnis Sophie Martin, Oriflame, dan Herbalife.

5. Bisnis Sampah dan Barang Bekas
Sampah dan barang bekas sering dianggap sebagai benda yang tak bernilai. Namun, jika anda kreatif, anda bisa menyulapnya menjadi produk ekonomis. Sampah kertas, kain, plastik, karet, kayu, kerdus, kaleng, dan botol bisa anda olah untuk menghasilkan uang tanpa perlu modal yang besar.

6. Usaha Keripik (Kuliner)
Usaha yang juga bisa dimulai dengan modal ratusan ribu rupiah adalah pembuatan keripik seperti ubi, kentang, pisang, pepaya, dan lainnya. Peralatan usaha seperti pisau, panci dan kompor bisa anda pinjam dari dapur anda. Ada berbagai olahan kuliner yang berupa keripik unik.

7. Usaha Minuman
Usaha minuman dengan berbagai macam variasinya bisa anda rintis dengan modal ratusan ribu rupiah. Jika anda tidak memiliki perlengkapan stand penjualan (booth/rombong/gerobak), anda bisa menjalin kerjasama (penitipan) dengan pemilik warung atau rumah makan. Bangsa Indonesia memiliki ratusan jenis racikan minuman yang sedap.

8. Pembuatan Kerajinan Tangan
Usaha rumahan ini membutuhkan daya kreatifitas dan keterampilan yang tinggi. Jika anda memiliki kemampuan tersebut, maka modal ratusan ribu rupiah sudah cukup dalam merintis sebuah usaha. Ada beragam jenis kerajinan tangan yang bisa mendulang uang, seperti boneka, assesoris, dan sebagainya.

9. Peternakan
Jika anda memiliki lahan yang cukup, maka dengan modal ratusan ribu rupiah sudah bisa membuat anda berwirausaha dalam beberapa jenis usaha peternakan, seperti ternak cacing sutra,ternak jangkrik, ayam petelur, ternak burung, dan lainnya.

10. Bisnis Parfume
Jenis bisnis yang juga bisa dijalankan dengan modal ratusan ribu rupiah adalah pembuatan dan penjualan parfume (minyak wangi). Anda memerlukan bibit parfum yang bisa dibeli dengan modal 600ribu rupiah dan botol parfume untuk kemasan dengan harga 200ribu rupiah. Jika tidak memiliki toko, pemasarannya bisa lewat door to door, menjualnya ke teman-teman dekat, atau sistem penitipan.

*Dari berbagai sumber


Monday, 3 November 2014

Jangan Buruk Sangka Dulu Masbroo....

Di suatu pagi hari dalam ruang rapat yang begitu tampak serius, dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi perusahaan. Pimpinan rapat pun mempresentasikan beraneka ragam masalah yang terjadi di perusahaan sehingga menghambat pertumbuhan perusahaan. Tiba-tiba dari salah seorang peserta menguap sebut saja Ridwan namanya dihadapan peserta lainnya, seluruh peserta pun menoleh dan memperhatikan ke arah Ridwan. Sang bos pun, yang merangkap sebagai pimpinan rapat menggeleng-gelengkan kepala dan menegur Ridwan dengan berkata “Saya kecewa sekali dengan anda, anda nampaknya kurang peduli dengan rapat yang serius ini!”. Ridwan langsung menunduk dan berwajah pucat, lalu ia berkata lirih “Maaf saya menyampaikan sesuatu. Saya seharusnya tidak bisa ikut rapat ini, tetapi mengingat rapat ini sangat penting,saya mencoba hadir”. Matanya berkaca-kaca “anak saya tadi malam mengalami kecelakaan. Saat ini sedang dirawat di ICCU rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Jadi semalam saya tidak bisa tidur”. Semua peserta langsung tertunduk. Mereka terjerumus prasangka, paradigma, atau belenggu pikiran, yang menganggap jika ada peserta rapat menguap ditengah rapat diartikan orang tersebut tidak antusias. Sebuah prasangka negatif.
Rapat kemudian dilanjutkan, kali ini materinya membahas proses produksi dan pelayanan yang lambat, hal ini memang lumrah bisa terjadi di perusahaan manapun. Tidak sesuainya target yang telah ditentukan. Hal ini mengakibatkan banyak complain dari pelanggan. Pada saat rapat berlangsung, terdapat dua kubu yang bertentangan. Kubu departemen keuangan melawan kubu operasional. Kubu keuangan menganggap bagian operasional hanya menghabisan biaya saja. Sedangkan bagian operasional menganggap bahwa bagian keuangan tidak tahu menahu operasional perusahaan. Hal ini memang tidak dikemukakan ditengah rapat tersebut. Tetapi Bahasa negative yang tidak terucap terasa kental disana. Hal tersebut pernah pula mereka ungkapkan secara tidak sadar di luar rapat. Mereka terperangkap dalam prasangka yang buruk masing-masing. Akibat dari kejadian tersebut mereka saling menahan informasi penting, bersikap defensive, tidak mau bantu membantu, dan kemampuan terbaik pun sulit muncul (performa menurun). Hal ini telah meerugikan semua pihak khususnya perusahaan yang selama ini setiap departemen yang berhubungan interaksinya hanya didasari oleh Standard Operating Procedure baku dan kaku. Tidak ada landasan saling percaya, inilah masalah utama yang mengakibatkan menurunnya kinerja perusahaan, akibatnya hilang kepercayaan pelanggan.
Sebuah contoh lain,ada sesorang sebut saja SW pada suatu ketika SW ditawari oleh seorang kawannya yang berprofesi supir taksi agar bisa membeli taksi karena memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Mulanya SW meraasa curiga dan berpikir “Jangan-jangan saya akan ditipu”, namun demikian SW mengambil langkah yang mengejutkan. Ia membeli taksi tersebut dan sekaligus memberikan kesempatan kepada supir taksi tersebut untuk menjalankan taksi tersebut, dengan catatan sang supir taksi tersebut membayar uang setoran Rp 100.000,- per hari sementara rata-rata setoran saat itu Rp 165.000,-. SW mengatakan bahwa hitungan satu bulan adalah 30 hari, satu hari adalah milik sang supir alias bebas setor. Mobil boleh dibawa pulang, tapi perawatan seluruhnya merupakan tanggung jawab sang supir. Satu bulan kemudian sang supir datang ke rumah SW dengan taksinya sambal memperlihatkan uang segepok uang tunai dan berseru”Lihat, saya sekarang sudah punya tabungan segini banyaknya!”. Selanjutnya bisnis itu berjalan lancer dan maju. Sungguh sebuah pekerjaan yang betul-betul dilandasi dengan kepercayaan dan prasangka yang baik akan menghasilkan sebuah hasil yang baik pula.
Tindakan seseorang sangat bergantung dengan alam pikirannya maasing-masing. Setiap orang diberikan kebebasan untuk memilih responnya sendiri-sendiri. Ia bertanggung jawab atas sikap yang ditimbulkan dari pikirannya sendiri. Andalah “Raja” dari pikiran anda sendiri. Bukan lingkungan sekeliling anda, namun lingkungan ikut serta berperan dalam mempengaruhi cara berikir seseorang. Bila lingkungannya pahit maka ia pun menjadi pahit, selalu curiga dan seringkali berprasangka negative kepada orang lain. Pikiran negative ini akan semakin bertambah dan kian menguat ketika system informasi maju. Dan media seperti internet, televise, media cetak dan seterusnya yang terus memborbardir pikirannya dengan berita-berita tentang kriminalitas (penipuan, pembunuhan, perampokan, dan lain-lain) yang akhirnya terpengaruh, ia menjadi orang yang selalu berprasangka buruk dan curiga kepada orang lain. Prasangka buruk akan mangakibatkan orang menjadi bersikap difensif dan tertutup, karena beranggapan bahwa orang lain adalah musuh yang berbahaya. Cenderung menahan informasi dan tidak mau bekerjasama. Akibatnya justru ia sendiri yang akan mengalami kerugian, seperti turunnya kinerja, tidak mampu melakukan sinergi dengan orang lain, peluang-peluang emas yang terlewatkan atau bahkan tersingkir ditengah pergaulan sosialnya. Baginya orang lain adalah musuh berbahaya. Padahal sebenarnya “pikirannyalah” musuh yang lebih berbahaya.
Sebaliknya orang yang memiliki prinsip akan lebih mampu melindungi pikirannya. Ia mampu memilih respon positif ditengah lingkungan paling buruk sekalipun. Ia akan tetap berpikir positif dan selalu berprasangka baik pada orang lain. Ia akan tetap berpikir positif dan berprasangka baik pada orang lain, ia menciptakan lingkungannya untuk saling percaya, saling mendukung, bersikap terbuka dan kooperatif.
“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh, sebagian prasangaan adalah dosa. Janganlah saling memata-matai dan janganlah saling memfitnah…” (QS 49:12)
“janganlah kamu berdiri seperti orang-orang asing yang mau saling diagungkan” (hadits Rasul SAW)
 Yuk..saatnya kita selalu berbaik sangka biar mendapatkan performa yang terbaik
*berbagai sumber
 
Blogger Templates