Tuesday, 20 March 2018

SAATNYA MEMILIKI RUMAH SENDIRI!!!



Membangun awal rumah tangga, saat indahnya merencanakan masa depan bersama. Hal yang menjadi bagian terpenting adalah terciptanya kondisi privasi keluarga yang nyaman, artinya kita menempati rumah yang bebas dari orang-orang sekalipun orang tua kita atau pun mertua. Betul ga?...

Buat kita atau pasangan yang memiliki karakter introvert juga akan menjadi kendala, sebagai pengalaman saja ketika menjadi pengantin baru hanya sekitar 2 minggu tinggal di mertua sampai akhirnya tinggal dirumah sekalipun ngontrak. Kemudian memaksakan diri setelahnya mengambil perumahan dan alhamdulillah semuanya lancar hingga saat ini.

Sangat nyaman membangun rumah tangga dengan mandiri, kehidupan semakin bahagia dan harmonis. Rumah itu sangat penting untuk segera dimiliki. Silahkan diskusikan dengan orang sekitar kita perihal pentingnya kepemilikan rumah, saya jamin sangat penting bahkan urgensinya lebih diprioritaskan dengan kebutuhan lainnya terutama juga kita tidak akan terjebak pada pengeluaran biaya konsumtif yang menguras keuangan kita.

Kabar gembira untuk sahabat-sahabat yang berdomisili di sekitar Bandung Raya, saat ini di daerah Majalaya, posisinya sekitar 2,3 km dari RSUD Majalaya dan Alun-alun majalaya, akan dibangun sekitar 600 unit (100% bangunan bersubsidi) akan segera dibangun.

Yuk buruan, segera booking kavlingnya...dengan mengucap Bismillahirrahmaanirrahiim... KITA TARGETKAN TAHUN INI MEMILIKI RUMAH!!!! SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI DAN MEMBERIKAN JALAN....AMIIN YA ROBB..

UNTUK KONSULTASI BISA MENGHUBUNGI WA 0817206462 (FAIZAL)

UNTUK GAMBARAN 

RUMAH TYPE 30 LUAS TANAH 60 M2

BOOKING FEE 1 JUTA
DP 6JT

UNTUK SAHABAT YANG AKAN MEMBELI CASH PER APRIL 2018 SEHARGA 132JUTA DAN AKAN MENDAPATKAN PAKET FURNISH DARI KAMI

Monday, 19 March 2018

Diprediksi Tahun 2020, 95% Dari Generasi Milenial Kesulitan Mendapatkan Rumah


Nih penting untuk dibaca …..
Sumber Detik.news
27 November 2017



Jakarta - Generasi milenial yang saat ini mendominasi penduduk Indonesia, diprediksi akan sulit memiliki rumah atau terancam jadi 'gelandangan' dalam beberapa tahun ke depan. Gaya hidup yang cenderung boros dengan rata-rata kenaikan harga rumah yang sangat tinggi, menjadi penyebab utamanya.

Rumah123 melakukan survei, hasilnya dalam 3 tahun mendatang atau 2020, hanya 5% kaum milenial (kelahiran antara 1982 – 1995) yang sanggup membeli rumah. Sisanya 95% tak memiliki tempat tinggal.

"Intinya kami ingin melihat bagaimana kemampuan generasi kaum milenial di sekitar Jakarta. Kita kerjasama dengan karir.com kita bandingkan dengan rata-rata kenaikan harga rumah," kata Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung kepada detikFinance, Senin (27/11/2017).
Menurut data Rumah123, kenaikan harga rumah jauh lebih besar dibanding kenaikan pendapatan pertahunnya. Rata-rata kenaikan properti di Indonesia menurut Untung pertahunnya mencapai 17%.

"UMR kan enggak sampai 10%. Apalagi pertumbuhan ekonomi membaik, itu kan inflasi turun, kalau inflasi kecil berarti penghasilan juga enggak besar. Di luar Jakarta, seperti Bodetabek kita survei angkanya hampir sama," imbuhnya.

Survei Rumah123 mengambil contoh, saat ini harga rumah berukuran 70 meter persegi di Sumarecon Bekasi sudah mencapai Rp 1,2 miliar. Sementara untuk ukuran yang sama di Tambun, Bekasi sudah mencapai Rp 600 jutaan.

"Menurut data di situs kami rumah seharga Rp 300 jutaan juga sudah hampir tidak ada. Rata-rata sudah di atas Rp 1 miliar, untuk rumah second," imbuhnya.

Berdasarkan house price to annual income ratio atau rasio harga rumah berbanding pendapatan pertahun, harga rumah yang sebaiknya dibeli maksimal 3 kali dari penghasilan tahunan (12 kali gaji, bonus dan THR). Jika diambil contoh rumah seharga Rp 600 juta, maka generasi milenial harus memiliki penghasilan per tahun Rp 200 juta atau perbulannya Rp 16 jutaan.

Menurut survei Rumah123, hanya 4% lebih kaum generasi milenial yang memiliki gaji perbulan sebesar itu. Jadi sebenarnya pemasukan generasi milenial saat ini terbilang biasa-biasa saja.

Faktor lainnya, generasi milenial saat ini gaya hidupnya terbilang boros. Mereka lebih mementingkan gaya hidup ketimbang membeli rumah. Seperti ingin terus mempunyai smartphone terbaru dan hobi traveling yang menghabiskan uang cukup besar.

"Padahal rumah ini harus diutamakan. Travelling bisa ditunda dan harga tiket naiknya enggak besar. Sementara rumah naiknya sangat besar, bahkan pernah sampai 100% dalam setahun. Jika tidak didahulukan tidak akan punya rumah," tuturnya.

Kaum milenial juga merasa tidak masalah untuk tinggal dengan menyewa properti. Padahal menurut Untung pikiran tersebut sangat salah. Sebab dengan menyewa berarti hidup kita tergantung dengan pemilik properti tersebut.

"Kalau yang punya mau jual atau tidak mau perpanjang, berarti harus pindah lagi. Padahal biaya pindahan itu mahal loh. Jadi menurut survei di 2021 bahkan tidak ada satu pun generasi milenial yang memiliki rumah di Jakarta," tukasnya. 


Nah...gimana dengan berita dan analisa diatas??? sisakan ruang dalam pemikiran kita, analisa kita dan rencana kita kedepan...

Posting berikutnya cara mendapatkan rumah yang terjangkau dan nyaman....

Khusus yang berdomisili di Bandung, kami siap mendampingi!!..

Call By WA 0817206462

Thursday, 23 November 2017

"NULUNGAN ANJING KA GENCET"



Peribahasa sunda, Nulungan Anjing Kagencet memiliki arti kurang lebih yakni berniat menolong seseorang untuk bangkit dari ketertinggalan, namun setelah yang bersangkutan diberi jalan dan ditolong malah menyelakakan orang yang menolong dan orang tersebut pun susahnya makin kentara. Peristiwa tadi mungkin bisa jadi banyak ditemukan di tengah lingkungan kita. Diawali oleh rasa empati terhadap seseorang terhadap menjalani hidup yang penuh dengan kebersahajaan dan keterbatasan ekonomi ingin rasanya memberikan sesuatu yang akan memperbaiki derajat kehidupannya.
Perspektif kita sebagai orang yang berniat menolong atau membantu memberikan nilai kepercayaan, hingga tidak ada ruang dalam sangkaan untuk berburuk sangka. Dengan kondisi memiliki keturunan yang banyak namun bisa bertahan hingga menyekolahkan anak-anaknya hingga Sekolah Menegah Atas. Setiap kata yang keluar kita anggap adalah kebenaran dan kita percayai itu, sehingga ketika ada niat yang tulus dan didasari tekad yang kuat untuk memperbaiki keadaan social dan ekonomi keluarga berdiskusi terhadap peluang menjemput rejeki yang sudah ada didepan mata.
Sebagai kawan yang tentunya memiliki permasalahan tersendiri, tidak memiliki kapasitas permodalan sekalipun ingin rasanya membantu dan merespon peluang yang diceritakan, karena dengan keterbatasan permodalan kita hanya bisa menyambungkan dan menghubungkan dengan pemilik modal. Alhasil terjadilah kesepakatan kerjasama antara pemodal dan pengelola dan kita pun dalam akad kerjasama hanya sebagai pihak ketiga yang tentunya tidak mungkin terlibat langsung mengingat memiliki kesibukan sendiri dalam menghadapai dinamika kita.
Sebelum kesepakatan ditandatangani, kita memastikan bisnis yang akan digarap itu memiliki nilai resiko yang minimal bahkan tidak ada resiko (Zero Risk), namun karena nilai kepercayaan yang kuat sehingga kita mempercayakan sepenuhnya kepada pengelola. Seiring berjalannya bisnis yag digarap ternyata jauh dari ekspektasi yang diharapkan, banyak hal yang belum dipelajari, sehingga ketika hambatan terjadi hingga tidak bisa menanggulangi. Ihwal kemacetan diawal, kita sebagai pihak ketiga yang mereferensikan ingin menjaga nama baik pengelola sehingga kewajiban pengelola kepada pemilik modal bisa berjalan beberapa waktu dan beberapa bulan bahkan.
Dengan argument yang meyakinkan dan memberikan harapan yang terus berlangsung sampai akhirnya kita sebagai peng back-up sementara akhirnya kewalahan untuk menutupi kewajiban pengelola. Pengelola ternyata menutupi dan kurang mempelajari variable-variabel dari bisnis yang digarap sehingga masalah menjadi bola salju dan liar. Kita sama sekali tidak menyangka ternyata kapasitas pengelola belum siap menghadapi hambatan awal yang justru menghancurkan bisnis yang baru dibangun. Semakin sering berinteraksi dengan pengelola semakin mengenal karakter sesungguhnya tentang menyikapi terhadap masalah.
Pemilik modal memiliki kegalauan yang sangat tinggi sampai akhirnya tidak mampu menyelamatkan dana yang ada di pengelola sampai akhirnya pemilik modal mengejar kita (yang sebetulnya kapasitas kita hanya sebagai penghubung). Pemilik modal mengejar kita untuk mengembalikan modal mulai dengan cara halus, sedang hingga kasar. Pengelola terus memberikan harapan-harapan dengan argument yang sangat manis, argument-argumen yang di sampaikan ternyata tak satu pun terealisasi.
Kejadian tersebut diatas sangat banyak ditemukan, sehingga bisa merusak tatanan hidup bermuamalah baik dalam keluarga mau pun dengan kawan yang mengetahui kasus tersebut dengan berbagai perspektifnya. Dengan sendirinya kualitas hidup pun kian merosot, hidup menjadi tidak produktif sama halnya tersiksa seperti memiliki hutang menurut ajaran islam “Siang merasa terhina, malam gundah gulana”.
Tips untuk menjaga bisnis aman dan langgeung, diantaranya sebagai berikut: Upayakan ada Visi dan Misi yang jelas dan kongkrit dalam menjalankan bisnis, jika akan melibatkan investor wajib dibuatkan target re-invesment (pengembalian modal dalam waktu tertentu), hindari tawaran yang menggiurkan namun kita kurang menguasai bahkan jika menguasai tapi tidak memiliki waktu untuk supervise sebaiknya hindari, jangan coba-coba memulai bisnis yang kita sendiri tidak memiliki passion (bakat) dalam bisnis yang akan digarap, focus dalam bekerja tidak banyak menunda, semangat bisnis dipelihara dan yang terakhir yang paling dominan adalah perbaiki ibadah secara kualitas dan kuantitas, berdo’a dan meminta restu dan do’a dari orang terdekat kita yang utama adalah do’a dari orang tua dan keluarga….

Wallahu’alam


Friday, 19 May 2017

Seorang Pahlawan Datang dan Pergi Silih Berganti



Disaat kondisi tersulit dalam keadaan sulit, berbicara dengan orang sulit membuat kita terkadang mudah berputus asa dan putus harapan. Upaya memperbaiki keadaan pun terus dilakukan, tidak hanya strategi darat, strategi udara pun kian gencar (berdo’a dan beribadah) agar Allah swt senantiasa memberikan kekuatan dan kemampuan untuk menanggulangi permasalahan yang ada.
Kita harus menyadari, sebuah hal atau peristiwa yang saat ini terjadi adalah buah amal/perilaku kita di masa yang lalu. Kemudian nasib kita di masa yang akan datang sangatlah tergantung terhad apa amal/perilaku kita saat ini. Sebuah keniscayaan setiap manusia akan berinteraksi satu sama lain, kemudian dalam dimensi yang berbeda tidak jarang Allah swt menakdirkan mempertemukan dengan manusia yang memiliki kultur dan dinamika yang berbeda dengan kita. Ada yang menguntungkan ada juga sebaliknya, do’a yang paling terbaik adalah agar senantiasa didekatkan dengan orang-orang yang mendapatkan keridhoan dan keberkahan Allah swt, amiin ya robb.
Dalam beberapa obrolan santai bersama kawan, sering kita membahas dan mengulas peristiwa yang terjadi ketika obyek yang kita bicarakan mengalami sebuah peristiwa. Dalam ulasan dan analisa dalam obrolan tersebut tercetus oleh kita hikmah dibalik peristiwa, yang bisa jadi ketika menimpa kita, apa sikap terbaik kita untuk menyikapi sebuah peristiwa tersebut.
Misteri usia tidak ada yang mengetahui, oleh karena itu kita harus tidak berhenti bersyukur manakala ketika kita dirundung masalah yang menyesakan datanglah seorang pahlawan yang membantu memberikan solusi dengan model yang berbeda-beda, kemudian kita pun juga diharapkan jangan ragu untuk menjadi “pahlawan” kepada kawan kita yang sedang mengalami kesulitan. Harapan kita, ketika Allah SWT mewafatkan kita tidak meninggalkan persoalan duniawi yang belum terselesaikan.

“Terimakasih untuk teman-teman yang sudah hadir dalam setiap episode kehidupan kebaikan yang beri makna, dan terima kasih atas perkenan ladang amal yang menyebabkan kita hadir dalam episode hidup teman dalam nuansa kebaikan J

RVM Team

Jelang Ramadhan 1438H

#JumatBerkah



Tuesday, 25 April 2017

Harmoni Tim, Mendatangkan Kesuksesan!



Tujuan hidup adalah menghadapi dan menyeselesaikan segala persoalan (masalah) baik yang sifatnya menguntungkan atau pun merugikan. Semua orang berkehendak menjalani hidup ini serba mudah, serba ideal dan serba nyaman. Namun demikian pada kenyataannya terkadang berbeda dengan yang di bayangkan. Apa yang direncanakan belum tentu terlaksana sesuai dengan yang direncanakan, hidup ini memang dinamis. Sama halnya seperti dua sisi mata uang koin, ada kana ada kiri, ada pahit ada manis, ada untung ada rugi, ada senang ada sedih dan seterusnya.
Keterbatasan kemampuan dan kapasitas manusia lah yang menyebabkan masalah datang dan silih berganti, setiap masalah bisa dilalui dengan mudah, tidak terlalu mudah, tidak terlalu susah, sulit untuk penyelesaiannya atau bahkan tidak selesai. Manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial yang memiliki kepekaan yang di dominasi oleh perasaan, sebuah keniscayaan bahwa seseorang manusia membutuhkan orang lain untuk menjalani roda kehidupan.
Sudah sunnatullah, setiap manusia akan dipertemukan dan atau di iriskan dengan manusia yang mendatangkan manfaat, tidak ada manfaat bahkan merugikan. Pada fitrahnya seseorang manusia memiliki sifat yang kikir, pragmatis, egois, manja, kecendrungan ingin selalu dipahami, sering memaksakan segala sesuatu hal atas dasar ukuran sendiri dan seterusnya. Namun demikian dari sifat manusia alami yang disebutkan tadi merupakan manusia yang mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat kelak.
Kita berharap agar selalu didekatkan dengan manusia-manusia yang mendatangkan manfaat, dalam hal ini manusia yang bisa bersinergi dalam setiap keadaan, sehingga tujuan utama bisa tercapai. Keberhasilan sebuah tim tidak lepas dari harmoni yang diciptakan oleh tim itu sendiri. Setiap manusia bagian dari tim memerankan sesuai dengan kapasitas dan memiliki nilai ( value ) sehingga menjadi kekuatan yang super dahsyat. Membangun pemahaman terhadap sebuah visi, membangun kinerja yang optimal, menjaga nilai reputasi serta memiliki sikap yang dewasa dan tawakal kepada Allah SWT akan menjadikan ketenangan dan harmonis didalam tim.
Semoga anda yang saat ini sedang membangun sebuah tim akan menjadi sukses dan terhindar dari berbagai hambatan yang akan melemahkan dan merusak. Amiin ya robb….

Winning Team
Pinasti Bagja anniversary 3rd



Saturday, 5 November 2016

Status BPJS Kesehatan untuk Karyawan Keluar (Resign atau PHK)




Sesuai dengan undang undang no 111 tahn 2013 bahwa setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk mendaftarkan setiap karyawannya ke bPJS Kesehatan sebagai peserta BPJS Pekerja Penerima Upah (PPU) atau peserta BPJS Badan Usaha/Perusahaan, ada beberapa kasus yang sering dijumpai terutama yang berkaitan dengan kepesertaan BPJS Badan usaha, kasus tersebut muncul manakala terjadi si karyawan tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut baik itu karena Resign ataupun Karena putus hubungan Kerja (PHK).

Kita ketahui bersama bahwa yang namanya bekerja di sebuah perusahaan tidak akan selamanya berjalan mulus, terkadang karena adanya permasalahan tertentu atau hal-hal tertentu si karyawan terpaksa harus rela meninggalkan perusahaan tempat kerjanya, sayangnya di era BPJS saat ini jika ada karyawan keluar maka tidak selesai begitu saja, tetapi harus ada penyelesaian terkait dengan urusan kepesertaan BPJS untuk karyawan yang bersangkutan, lantas ketika pindah kerja keluar atau resign "bagaimana status kenaggotaan bpjs keseahtan untuk karyawan tersebut?, apakah perusahaan harus tetap membayar iuran bpjs kesehatan?"
Memang di era BPJS saat ini, urusan kepesertaan bpjs kesehatan untuk karyawan keluar akan selalu menyangkut pautkan karyawan keluar, perusahaan dan juga kantor BPJS. menindak lanjuti karyawan yang keluar, perusahaan harus secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak bpjs untuk memperbarui kepesertaan bpjs guna mencabut kepesertaan badan usaha karyawan yang keluar, agar iuran bpjs karyawan tersebut tidak selamanya menjadi tanggungan perusahaan, begitu juga si peserta setelah keluar dari perusahaan harus siap untuk menanggung sendiri iuran bulanan bpjs yang sebelumnya sebagian iuran ditanggung oleh perusahaan.

Status Kepesertaan dan Kewajiban Iuran BPJS Kesehatan untuk Karyawan Keluar (Resign atau PHK)

Seorang kaywayan yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Prusahaan bis keluar dari perusahaan dikarenakan resign atau Putus hubungan kerja PHK. status kepesertaan BPJS kesehatan PPU untuk karyawan yang keluar dari perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Untuk Karyawan Yang keluar Karena Putus Hubungan Kerja (PHK)


Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (JSN) dan Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.yang membahas soal karyawan yang mengundurkan diri atau mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). menjelaskan bahwa “Karyawan yang mengalami PHK masih tetap memperoleh Manfaat Jaminan Kesehatan paling lama enam bulan sejak di PHK tanpa membayar iuran".

Dijelaskan juga di surat edaran bpjs keseahtan di bawah ini:

Itu Artinya, jika karyawan keluar dari perusahaan karena di PHK maka perusahaan masih memiliki kewajiban untuk membayarkan iuran bpjs kesehatan untuk karyawan tersebut selama 6 bulan ke depan. dan kartu BPJS yang dimiliki oleh si karyawan masih bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS.

Dalam waktu 6 bulan karyawan harus secepatnya melakukan perubahan data kepesertaan, jika setelah 6 bulan masih belum bekerja maka bisa lapor ke dinas sosial setempat untuk menjadi peserta BPJS PBI jika peserta merasa tidak mampu untuk membayar iuran bulanan bpjs, atau bisa juga menjadi peserta BPJS mandiri atau pindah menjadi peserta BPJS PPU di perusahaan lainnya, dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan perusahaan sebelumnya untuk menonaktifkan kepesertaan di perusahaan lama tersebut.

Jika setelah 6 bulan kepesertaan BPJS karyawan masih belum melakukan perubahan data kepesertaan, baik sebagai peserta BPJS mandiri maupun perusahaan lainnya, maka seharusnya tidak ada utang-piutang antara bpjs dan peserta yang bersangkutan.

Tapi memang pada kenyataanya tidaklah seperti itu, BPJS bisa menjamin karyawan atau pekerja yang di PHK jika ada ketetapan PHK dari pengadilan hubungan industrial, sehingga tidak jarang peraturan tersebut tidak diterapkan, pada akhirnya peserta memiliki tunggakan yang harus dibayar dan harus dilunasi sendiri.

2. Untuk Karyawan Yang Keluar dari Perusahaan karena Resign

Bagaimana status kepesertaan untuk karyawan yang keluar dari perusahaan karena resign?, "Apakah perusahaan harus membayar iuran bpjs kesehatan untuk peserta tersebut?. jika berhenti bekerja atau resign sebenarnya mantan karyawan harus ingat untuk mengurus perubahan kepesertaan bpjs keseahatan miliknya, agar kepesertaan bisa terus berlanjut dan terhindar dari denda.

Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Grup Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Kantor Pusat, menjelaskan jika karyawan keluar dari perusahaan karena resign, di bulan berikutnya perusahaan tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayarkan iuran untuk karyawan yang bersangkutan, oleh karena itu agar tidak terjadi tunggakan karyawan harus secepatnya melakukan perubahan data kepesertaan untuk menjadi peserta BPJS mandiri dengan langsung datang ke kantor bpjs setempat dengan membawa persyaratan:
  • Kartu Keluarga KK
  • Kartu BPJS
  • KTP
  • dan surat keteranga sudah keluar dari perusahaan
  • Koordinasikan juga dengan pihak perusahaan bahwa kepesertaan bpjs perusahaan untuk karyawan tersebut sudah dinonaktifkan.
Jika karyawan tidak melanjutkan kepesertaan maka bisa timbul tunggakan yang harus dilunasi ketika karyawan ingin melakukan perubahan kepesertaanmenjadi peserta bpjs mandiri.



Demikian artikel tentang Status BPJS Kesehatan untuk Karyawan Keluar (Resign atau PHK), semoga membantu.

Berhenti Kerja? Berikut Cara Teruskan Kepesertaan BPJS Kesehatan





Bagi pekerja yang sebelumnya didaftarkan oleh perusahaan/kantor tempatnya bekerja sebagai peserta BPJS Kesehatan, tetapi kemudian resign (berhenti kerja) , tidak perlu khawatir karena masih dapat meneruskan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Kepesertaan BPJS Kesehatan masih dapat terus diakses, karena:

1. Data peserta yang sudah masuk ke dalam master file BPJS Kesehatan akan terus tersimpan.

2. Apabila kepesertaan pekerja penerima upah (PPU) ingin diubah menjadi pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau perorangan karena sudah tidak bekerja lagi, maka pekerja cukup melakukan perubahan jenis kepesertaan.

3. Perubahan jenis kepesertaan dapat dilakukan dengan mengisi formulir daftar isian perubahan data dengan melampirkan kartu BPJS Kesehatan asli dan identitas diri.

4. Informasi lebih lengkap dapat ke kantor BPJS Kesehatan atau menghubungi call center 1500 400

Bagaimana jika kartu sudah tidak aktif dan ingin mengubah kepesertaan dari pekerja bukan penerima upah (PBPU) menjadi pekerja penerima upah (PPU)?

1. Untuk mengaktifkan kartu BPJS Kesehatan, peserta melunasi kewajiban pembayaran iuran jika masih ada tunggakan.

2. Mengenai perubahan jenis kepesertaan, peserta wajib mengisi formulir daftar isian perubahan data dengan menyertakan:

a) Kartu BPJS Kesehatan asli

b) Surat keputusan/kontrak kerja sebagai pekerja dari badan usaha

c) Slip gaji/surat keterangan gaji dari badan usaha

3. Pengajuan perubahan jenis kepesertaan diajukan oleh perusahaan dan dapat dilakukan bersamaan saat perusahaan mendaftarkan karyawan lainnya ke BPJS Kesehatan.

 
Blogger Templates